Showing posts with label Part 2. Show all posts
Showing posts with label Part 2. Show all posts

Sunday, 24 February 2013

Where is the Moonlight? (Part 2)


Vindemiatrix

Aku mengalami salah satu pengalaman pahit yang pasti sudah atau akan dijalani oleh setiap orang didunia. Broken hearted. Rasanya hidupmu seperti ada di lagu – lagu mellow yang diputar radio di malam hari.
Ish.

Bersama dan menjalani hidup bersama orang yang kau sayang kurang 3 – 4 bulan dari setahun itu menyakitkan. Rasanya seperti sebuah rajutan yang sudah terbentuk nyaris sempurna, tergunting lagi. Atau seperti lukisan penuh warna di atas sebuah kanvas putih, lalu seseorang tiba – tiba menuangkan cat warna gelap disana. Hitam.

Aku sejenak tersenyum mendengar ucapan salah seorang guru yang mengatakan bahwa seseorang akan lebih kuat menapaki hidup saat ia mendapat hal buruk. Ya. Kurasa setelah aku mengalami hal ini, aku akan lebih kuat. Kutulis di benakku, kutipan dari sebuah lagu. Apa yang tidak membunuhmu akan menjadikanmu lebih kuat. What doesn’t kill you make you stronger.

Wednesday, 22 August 2012

Danielle's Life

Keluarga, merupakan suatu hal yang sangat berarti bagiku juga bagi Dean. Keluarga merupakan tempat untuk berbagi canda, berbagi ceria, juga berbagi kesedihan.
Keluargalah yang membuat kami berani melangkah, berani keluar menuju dunia luar yang suram.

Tapi sejak kematian mom, ada sesuatu yang hilang dari keluarga kami.
Aku tidak pernah merasa memiliki keluarga lagi. Bukannya aku bermaksud untuk menjelek-jelekkan keluargaku, tapi sejujurnya aku merasa sepi.
Emily yang manis memang hadir di keluarga kami, tapi tanpa mom semua sama saja. Sepi.
Dulu, kami tinggal di sebuah rumah kecil yang manis di Inggris. Dad dan Mom memang bekerja. Keduanya sama-sama seorang arsitek. Tapi mereka masih sempat meluangkan waktu untuk mengecek pekerjaan rumah kami, mengantar kami sekolah, dan berakhir pekan di rumah.

Sekarang?

Dad lebih sering lembur karena kliennya. Aku mengerti. Dad memang bekerja keras untuk kami, sampai kami bisa menginjak daratan Amerika dan mendapat sekolah dan tempat tinggal yang baik. Tapi kupikir Dad terkadang bekerja berlebihan. Terkadang, akhir pekan juga dipakai Dad untuk bekerja. Baiklah, terserah apa menurutmu. Beliau memang bekerja keras, tapi itu sungguh berlebihan.

Dean, kakak laki-lakiku dan kakakku satu-satunya. Kakak paling pengertian di seluruh dunia. Kakak paling baik dari semua kakak yang ada. Kakak yang tidak egois dan selalu memberi apapun yang ia bisa berikan pada kedua adiknya, entah kemana sekarang. Sekarang, aku hanya memiliki seorang kakak yang pendiam, lebih pemarah dan sama sekali nggak care. Menyebalkan!

Emily? Dia hanya anak kecil yang lugu dan tidak mengerti apa-apa!

Tapi sayangnya...
Emily juga anak yang mengerti keadaan. Seringkali aku menenangkan Emily yang menangis pada malam hari dan berteriak-teriak dalam mimpi memanggil mom...

Aku?
Bagaimana denganku?
Entahlah, menurutmu?

Danielle J.